Freeport Dorong Peningkatan SDM Papua dengan Pelatihan di Institut Pertambangan Nemangkawi

0
836
Freeport

Medha.id. PT Freeport Indonesia (PTFI) terus perkuat sumber daya manusia (SDM) Papua yang terampil dan siap kerja melalui pengembangan pendidikan vokasi di Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN), pusat pelatihan di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

”Investasi di sektor pendidikan merupakan bagian strategis dalam investasi sosial perusahaan. Fokus kami untuk memastikan generasi muda Papua mendapatkan keterampilan nyata yang dapat dipakai untuk bekerja dan membangun karier,” kata Senior Vice President (SVP) Community Development PTFI Nathan Kum di Timika, Senin.

Baca juga: Kokoon Hotel Surabaya Sambut Musim Liburan dengan Dekorasi Natal Klasik

Nathan menjelaskan PTFI mengembangkan berbagai program pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, termasuk sekolah vokasi seperti IPN dan beasiswa lanjutan. ”Tujuan kami adalah menyiapkan generasi Papua yang terampil, siap kerja, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” kata Nathan.

IPN merupakan lembaga pendidikan vokasi non-formal yang dirancang agar generasi muda Papua memiliki kemampuan teknis dan disiplin kerja yang dibutuhkan di dunia industri, terutama sektor pertambangan. Harapannya, lulusan IPN dapat langsung mengaplikasikan ilmunya untuk membangun karier, berintegritas dan berperan penting di berbagai bidang profesional.

Nathan mengatakan sejak didirikan pada 2003, IPN yang berlokasi di Kabupaten Mimika telah berkembang menjadi pusat pelatihan vokasi berkelas Industri dengan pelatihan berbasis kompetensi Kerja Khusus dan berbagai program pengembangan SDM lainnya.

Baca juga: Perayaan Akhir Tahun 2025 BWH Hotels Indonesia Mulai dari Joyful December hingga Wonder Tropical New Year

”Beragam program yang kami jalankan membentuk sebuah ekosistem pendidikan yang terintegrasi, mulai dari pelatihan di kelas hingga pengalaman langsung di lapangan. Pendekatan ini memastikan mereka bisa terus meningkatkan kemampuan mereka dari waktu ke waktu,” kata Nathan.

Sejak didirikan pada tahun 2003, lebih dari 4.000 siswa telah mengikuti pelatihan di IPN. Sekitar 90 persen merupakan Orang Asli Papua (OAP) dan saat ini, 71 persen lulusan sudah bekerja di PTFI maupun perusahaan kontraktor.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here