Proyek Lapangan Tenis di Nusa Dua Bali Disorot karena Dugaan Kelalaian

0
20
PT. Bali Destinasi Lestari

Medha.id. Dalam industri konstruksi, kerja sama yang baik antara pemberi kerja dan kontraktor sangatlah krusial untuk memastikan hasil yang berkualitas dan sesuai dengan harapan. Terutama dalam proyek berskala besar, standar yang ditetapkan harus menjadi pedoman utama bagi semua pihak yang terlibat.

PT. Bali Destinasi Lestari melalui kuasa direksinya David Waltin Pasaribu menjelaskan kronologi perselisihan antara PT. Bali Destinasi Lestari dengan PT Texmura Nusantara selaku kontraktor yang berujung saling lapor pihak berwajib.

Baca juga: Strategi Kementerian Pariwisata Sambut Libur Lebaran 2025

Pemberi kerja, dalam hal ini PT. Bali Destinasi Lestari menjelaskan bahwa pada Maret 2024, Kontraktor telah menyepakati untuk membangun lapangan tenis dengan standar dan spesifikasi yang ditentukan dari pemberi kerja. Standar dan spesifikasi yang ditentukan adalah sesuai dengan standar lapangan tenis berskala internasional karena tujuannya untuk mengadakan turnamen tenis tingkat dunia yang bisa mengharumkan nama Indonesia. Namun, hasil pekerjaan lapangan tenis oleh pihak kontraktor gagal memenuhi spesifikasi dan standar yang pemberi kerja tentukan.

“Kami kecewa karena telah menghabiskan dana yang tidak sedikit untuk kontraktor pelaksana untuk hasil pekerjaan yang tidak sesuai dengan standar dan spesifikasi yang kami tentukan. Kami menemukan kesalahan-kesalahan pembangunan yang tidak sesuai dengan standar dan spesifikasi kami. Salah satunya perihal struktur tulangan beton yang dibangun tidak sesuai dengan standar nasional dan tidak sesuai dengan ketentuan kami” ujar David Waltin Pasaribu selaku legal counsel PT.Bali Destinasi Lestari.

Baca juga: Ramadan Bermakna di Hotel The Ascott Limited Area Yogyakarta

Ditambah lagi menurut David Waltin Pasaribu, melalui siaran pers yang kami terima, selama masa konstruksi ada bentuk pengabaian atas standar keamanan dan keselamatan proyek yang dilakukan oleh pihak kontraktor.

Pemberi kerja mengungkapkan selama konstruksi berlangsung terdapat beberapa insiden yang terjadi dan membahayakan keamanan dan keselamatan proyek.

Baca juga: Simak Rekomendasi Tempat Pilates Langganan Artis di Jakarta Selatan

Selain itu, lanjut David Waltin Pasaribu, dengan hasil pekerjaan yang buruk (bad workmanship), maka PT. Bali Destinasi Lestari harus mengeluarkan dana tambahan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas lapangan tenis, agar PT. Bali Destinasi Lestari tetap dapat menyelenggarakan turnamen tenis tingkat dunia.

Selain itu, perlu diketahui bahwa kontraktor juga diduga tidak dapat menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu sesuai perjanjian yang telah disepakati yang mana hal ini juga membawa dampak kerugian yang signifikan bagi kami yang telah memiliki komitmen dengan pihak penyelenggara untuk dapat menyediakan lapangan tenis sesuai standar internasional”

Baca juga: Aston Kemayoran City Hotel Luncurkan Layanan Joyful Bfast

Pemberi kerja menyayangkan tindakan agresif yang dilakukan oleh pihak kontraktor, dimana kontraktor melaporkan pihak pemberi kerja dalam hal ini PT. Bali Destinasi Lestari ke pihak kepolisian dan menuntut pembayaran pelunasan.

“Kami melakukan penangguhan pembayaran sampai kami mengetahui berapa kerugian yang kami alami akibat pekerjaan yang tidak sesuai standar dan spesifikasi tersebut. Hal ini kami lakukan agar kami memiliki jaminan pertanggungjawaban atas kerugian yang ditimbulkan atas kelalaian pihak kontraktor, lanjut David Waltin Pasaribu Pihak PT. Bali Destinasi Lestari berharap proses hukum yang sedang berjalan menemui titik terang dan menemui keadilan agar tidak ada kejadian serupa dikemudian hari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here