Peserta juga mendapatkan pengalaman budaya dengan mengunjungi suku “Viking Papua” di Desa Wisata Arborek serta menikmati panorama karst Piaynemo yang menjadi ikon wisata bahari Indonesia.
Dengan dukungan Katembe Indonesia dan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, peserta bermalam di Katembe Private Island dan menjelajahi keindahan bahari yang telah menjadikan Raja Ampat sebagai salah satu pusat megabiodiversitas dunia.
Baca juga: Liburan Natal Makin Seru di Jakarta Pusat dengan Paket Staycation Aston Kemayoran
Pada akhir kegiatan, peserta mengikuti business networking bersama para stakeholder wisata bahari Indonesia di Le Meridien Jakarta. Pertemuan, yang dipimpin oleh Asdep Pemasaran Pariwisata Mancanegara II, Yulia, turut dihadiri perwakilan Katembe Indonesia, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, serta asosiasi seperti PADI, ASITA, IINTOA, dan JANGKAR.
Pertemuan ini menjadi ruang berbagi informasi mengenai arah kebijakan pariwisata minat khusus dan peluang pertumbuhan wisata bahari yang semakin besar.
Made menegaskan bahwa famtrip ini menjadi momentum penting untuk memantapkan Indonesia sebagai destinasi selam kelas dunia, sekaligus mendukung target 1,8 juta wisatawan Australia, khususnya segmen wisata bahari dan penyelam.
Baca juga: Libur Nataru Makin Seru dengan 65 Paket Wisata dari Kemenpar
“Mengingat Raja Ampat adalah destinasi premium, aspek keberlanjutan harus menjadi prioritas utama untuk menjaga kualitas dan kelestarian alam bawah lautnya,” ujar Made.
Kemenpar, bersama Katembe Indonesia, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, serta mitra strategis seperti Garuda Indonesia Sydney, Marriott Bonvoy, Le Meridien Jakarta, dan Grand Anara Airport Hotel, berkomitmen memperkuat promosi terpadu serta memperluas kemitraan untuk mendorong pertumbuhan wisata bahari Indonesia di pasar internasional.
Baca juga: Tiga Dekade H3 Indonesia Dorong Profesionalisme Humas Perhotelan dan Pariwisata
“Famtrip ini diharapkan menjadi langkah nyata untuk meningkatkan awareness dan memperluas eksposur Raja Ampat serta destinasi bahari Indonesia lainnya di pasar Australia,” kata Made.
