Penutupan Bromo Tidak Menyurutkan Minat Wisatawan untuk Berlibur ke Jawa Timur

0

Kemenpar melihat faktor kelalaian manusia (masyarakat/wisatawan) seperti menggunakan flare untuk keperluan foto prewedding, membuang puntung rokok sembarangan di area savana, dan lupa mematikan  sisa perapian (api unggun) sering menjadi sumber kebakaran. Juga faktor alam  pada musim kemarau dengan suhu panas ektrem disertai angin kencang membuat  percikan api kecil cepat merambat dan membesar membakar padang savana kering sehingga sulit dikendalikan. 

Kemenpar mengajak  semua pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan yang tinggi serta pengawasan yang ketat dalam penerapan SOP (Standar Operasional Prosedur) tehadap masyarakat atau wisatawan. “Kemenpar berkolaborasi dengan media mengedukasi wisatawan agar tercipta persepsi positif terhadap destinasi wisata,” kata Fadjar Hutomo.

Baca juga: Liburan Kemerdekaan di Jakarta Mulai Rp810000 Lewat Merdeka Stay Deals

Rio Imam Sendjojo, Direktur Jawa Timur Park Group, menyampaikan pengembangan Jatim Park Group,  sebagai destinasi wisata yang menggabungkan unsur edukasi, hiburan rekreasi, dan konservasi,  telah  memasuki usia 25 tahun.

Dimulai  membangun Jatim Park 1, 2, dan 3, pada September tahun  ini akan melanjutkan dengan membuka wisata edukasi Mega Science Center dan Budaya. 

 “Daya tarik obyek wisata ini adalah  sebagai   ruang pembelajaran anak sekolah untuk belajar tentang sain; kimia, fisika, biologi, matematika, dan budaya, yang dilengkapi dengan  area untuk robot yang bisa perform dan bertingkah seperti manusia,” lanjutnya. 

Baca juga: Aloft by Marriott Surabaya Pakuwon City Semarakkan Ulang Tahun Pertama dengan Beragam Aktivitas Lifestyle Kuliner dan Sosial

Di tempat yang sama, Suryo Widodo, Direktur Jawa Timur Park 3, menegaskan sejauh ini Kota Batu Malang  yang  dikelilingi pegunungan seperti Gunung Bromo, Gunung Arjuna dan Gunung Welirang secara historis cukup aman dari dampak erupsi gunung berapi maupun banjir bandang.

“Namun demikian, sesuai SOP dan standar Disnaker, Jatim Park secara periodik senantiasa melakukan simulasi kebencanaan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan para petugas.

Baca juga: Menpar Dorong Industri Pariwisata Indonesia Terapkan ESG Berkelanjutan

Sementara itu Titik S. Ariyanto, Manager Marketing & PR Jawa Timur Park Group mengatakan, dalam menciptakan persepsi positif diperlukan kerja keras dan upaya yang sistematis.

Ia membentuk  tim yang solid bekerja dalam 24 jam untuk memonitor dan melakukan action terhadap setiap postingan (berupa keluhan, saran, dan berita hoax) dari masyarakat (wisatawan). “Krisis komunikasi di sosial media (medsos)  sangat luar biasa. Saya punya tim yang harus bekerja keras memantau setiap komentar dan postingan melalui early warning system dalam 24 jam. Kalau ada informasi negatif, kita langsung buat rencana dan mengambil tindakan segera  atau take action, “ katanya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here