ITMO 2027 Mengungkap Peluang Experience Tourism dan Tren Wisata Indonesia

0

Kemenpar kemudian mengembangkan tiga program flagship sebagai tulang punggung wisata pengalaman di Indonesia sejak tahun lalu, yakni gastronomy, wellness, dan marine tourism. Ke depan, Kemenpar menambahkan dua program lagi ke dalamnya, yakni wisata wastra dan wisata seni budaya.

“Pemerintah bisa mengarahkan dan membuat tren sehingga bukan lagi ke tempat itu-itu saja. Ingat, mass tourism. Ini sesuatu yang kita takutkan terjadi, kita tidak mau,” kata Ni Made.

Baca juga: The Prajan Hotel Villas Hadirkan Pengalaman Menginap Personal di Yogyakarta

Mewakili pelaku usaha pariwisata, Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Hariyadi Sukamdani menekankan pentingnya perencanaan dan pelaksanaan program yang berkelanjutan oleh pemerintah. Pendekatan yang semestinya dikedepankan oleh pemerintah bukanlah proyek agar bisa berkesinambungan dari masa ke masa.

“Sesungguhnya, pariwisata yang berkualitas itu dapat direncanakan dengan melihat aspek-aspek, seperti pendalaman potensi di wilayah itu, regulasi yang kondusif, insentif investasi, serta aturan public-private partnership yang menarik bagi investor,” ujar Hariyadi.

Sementara, Erasmus Radjimin, founder dan CEO Artotel Group, menekankan bahwa menciptakan pengalaman berwisata yang lebih baik bisa dilakukan lewat membaca tren gaya hidup yang berkembang saat ini. Dalam hal ini, tren yang dimaksud adalah gaya hidup sehat.

Baca juga: Leafy Salad Aston Kemayoran Hadirkan 10 Pilihan Menu Mulai Rp75000

Untuk itu, pihaknya menjawab kebutuhan tamu dengan meningkatkan pengalaman tidur. “Orang zaman sekarang sudah menggunakan health tracker. Mereka mengecek sleeping score-nya berapa. Itu yang kita coba improve terus,” kata Eri, sapaan akrabnya.

Selain itu, pihaknya juga akan meluncurkan Wanderlust Recovery Center berupa fasilitas gym untuk menjawab kebutuhan tamu yang menjalankan gaya hidup aktif. “Karena gaya hidup ke depannya, 1 dari 3 traveller itu akan membutuhkan gym,” ujarnya.

Baca juga: Penutupan Bromo Tidak Menyurutkan Minat Wisatawan untuk Berlibur ke Jawa Timur

ITMO 2027 terselenggara berkat dukungan dari berbagai pihak, yakni Kementerian Pariwisata, Artotel Group, Artotel Mangkuluhur Suites Jakarta, Injourney, Injourney Hospitality, Kokola, Indofood, dan Yogadihotel.

“Event ini terasa sedikit spesial, selain menggabungkan untuk merayakan hari pariwisata dunia, ini juga menjadi momen kami untuk merayakan sembilan tahun penyelenggaraan Indonesia Tourism Outlook,” kata Ketua Forwaparekraf Tiara Maharani Kusuma.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here