Rp600 Miliar Perputaran Ekonomi, Okupansi Hotel Hampir 100 Persen
Dampak ekonomi konser Ye Live in Jakarta tercermin dari aktivitas ekonomi yang berlangsung di berbagai sektor pendukung pariwisata.
Berdasarkan data Raw Vision Collective dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta, penyelenggaraan konser tersebut diperkirakan menciptakan perputaran ekonomi sekitar Rp600 miliar, yang mencakup aktivitas penjualan tiket, kuliner, pembelian merchandise, hingga transaksi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dampak positif juga dirasakan oleh sektor akomodasi. Tingkat okupansi hotel di sekitar kawasan penyelenggaraan konser dilaporkan melonjak hingga mendekati 100 persen, menunjukkan tingginya kebutuhan layanan penginapan seiring kedatangan wisatawan.
Selain itu, konser berskala internasional ini melibatkan sekitar 5.000 pekerja, yang mencakup tenaga produksi, operasional belakang panggung, serta tenaga kerja pendukung penyelenggaraan acara.
Baca juga: ITMO 2027 Mengungkap Peluang Experience Tourism dan Tren Wisata Indonesia
Keterlibatan ribuan pekerja tersebut memperlihatkan bahwa manfaat industri pertunjukan tidak hanya dinikmati oleh penyelenggara dan pengisi acara, tetapi juga oleh tenaga profesional, penyedia jasa, pelaku usaha lokal, serta masyarakat yang menjadi bagian dari rantai ekonomi pariwisata.
“Inilah kekuatan sesungguhnya dari pariwisata berbasis event. Satu konser internasional dapat menghidupkan banyak sektor ekonomi sekaligus, dari hotel, restoran, transportasi, UMKM, hingga membuka kesempatan kerja bagi ribuan orang. Kami ingin manfaat seperti ini terus tumbuh dan semakin luas dirasakan masyarakat Indonesia,” ujar Widiyanti.




