Simak Keunikan Desa Wisata Sangiran Yang Diakui Oleh UNESCO

0

Berikan Modal Pelaku Ekraf

Selain melihat langsung potensi yang ada dan meninjau penerapan protokol kesehatan di Desa Saringan, dalam kunjungan tersebut Menparekraf Sandiaga juga menyempatkan diri berdialog dengan pelaku ekonomi kreatif di sana. Salah satunya adalah Parni, penjual makanan.

Parni bercerita bahwa pandemi memberikan dampak yang besar terhadap usahanya karena menurunnya jumlah wisatawan yang datang. Ia terpaksa menjual 2 sapi miliknya demi mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Selama pandemi yang mengharuskan museum ditutup, sementara penghasilan saya dari berjualan di tempat wisata. Saya berharap tempat wisata di sini bisa dibuka kembali,” ujarnya.

Baca juga:

Menparekraf Canangkan #TorajaPariwisataBangkit Pasca Toraja and Beyond Tourism Week

Mendengar hal tersebut, Menparekraf Sandiaga langsung menjelaskan bahwa Desa Wisata Sangiran akan terus dibuka jika para pelaku pariwisata dan ekraf bisa menjaga protokol kesehatan dengan ketat, dan kasus COVID-19 terkendali.

“Harapan dari Bu Parni yang menyetop saya pada saat saya ingin ke sini, menginginkan agar desa wisata ini terus dibuka, saya tadi berkonsultasi dengan Ibu Bupati, dan selama protokol kesehatannya dijaga, selama kasus COVID-19 terkendali, selama vaksinasinya terus ditingkatkan, InsyaAllah desa wisata ini akan terus dibuka. Aamiin,” ujar Sandiaga.

Baca juga:

Menparekraf Ajak Pelaku Ekraf di Padang Saling Perkuat Kolaborasi

Menparekraf Sandiaga juga sempat membelikan etalase sebagai modal dan kesiapan menyambut wisatawan saat dibuka kembali Desa Wisata Sangiran.

Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dari Menparekraf Sandiaga Uno dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayahnya.

“Ini tandanya Sragen walaupun potensi alamnya tidak begitu menghasilkan seperti yang ada di pegunungan dan pantai, ternyata kalau kita bisa menggali kelebihan dan kekayaan kita sendiri ternyata kita mampu. Untuk itu ayo dijaga kelestariannya, kebersihannya. Dan jangan lupa pandemi ini masih ada, walaupun Sragen sudah level dua tapi nanti saya minta bapak ibu, semua warga Sragen tetap patuhi protokol kesehatan,” ujarnya. Turut mendampingi Menparekraf Sandiaga Uno, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu; serta Direktur Tata Kelola Destinasi dan Pariwisata Berkelanjutan, Kemenparekraf/Baparekraf, Indra Ni Tua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here