Sinergi Stakeholder Bangun Wajah Baru Pariwisata Bahari Indonesia

0

Melalui Wedoo, ia menghadirkan mesin pengelolaan sampah inovatif yang mampu mereduksi volume hingga 95 persen. Inovasi ini dirancang untuk mematahkan hambatan logistik yang selama ini dihadapi daerah terpencil, sekaligus mengubah limbah menjadi produk bernilai tambah.

“Dengan volume yang mengecil, sampah bukan lagi beban operasional yang mahal, melainkan aset bernilai ekonomi yang bisa diolah kembali,” katanya.

Baca juga: Artotel Harmoni Jakarta Luncurkan Menu Spesial Imlek The Feast Of Fortune

Valerine berharap teknologi tersebut dapat membantu menjaga wisata bahari Indonesia. Ia juga mendorong penguatan regulasi dan implementasi yang konsisten agar destinasi tetap lestari dalam jangka panjang.

“Harapan kami, pemerintah memperketat dan menegakkan regulasi dengan baik, sehingga tempat yang indah ini tetap terjaga hingga ribuan tahun ke depan,” ujarnya.

Upaya menjaga keberlanjutan bahari juga berdenyut kuat di Desa Pemuteran, Bali. Keterlibatan masyarakat yang dinaungi Yayasan Karang Lestari dalam melindungi terumbu karang telah mendapatkan pengakuan internasional.

Baca juga: Wamenpar Sebut Pocari Sweat Run 2026 Berperan Besar Bagi Sport Tourism Nasional

Manajer Yayasan Karang Lestari, Komang Astika, mengisahkan bahwa desa tersebut sebelumnya menghadapi kerusakan ekosistem karang. Melalui berbagai inisiatif, termasuk penerapan metode biorock, masyarakat bersama-sama memulihkan kehidupan laut.

“Dengan mengamankan dan merestorasi terumbu karang, pariwisata Desa Pemuteran berkembang lebih baik dan semakin berkualitas,” kata Komang.

Keterlibatan warga dalam konservasi perlahan memulihkan karang yang sempat terancam akibat praktik penangkapan yang merusak lingkungan. Kesadaran kolektif ini mengubah tantangan ekologis menjadi peluang untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Baca juga: Aston Kemayoran City Hotel Sambut Ramadhan 2026 dengan Pasar Nusantara Iftar

Sinergi menuju destinasi kelas dunia ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah. Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengapresiasi peran seluruh pihak dalam menata ulang wisata bahari yang berkelanjutan.

Ia menegaskan, Indonesia tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga komitmen nyata untuk menjaganya. Pemerintah terus memperkuat kebijakan yang mendorong keselamatan, keamanan, dan keberlanjutan pariwisata.

Baca juga: Tempat Nongkrong Ramah Smoking dan Non Smoking Ada di sky26coffee

“Indonesia memperkuat keselamatan dan keamanan pariwisata. Komitmen ini membutuhkan kekuatan kolektif untuk membentuk pariwisata bahari yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, memastikan lautan kita terus menginspirasi kemakmuran dan kebanggaan bagi generasi mendatang,” kata Wamenpar Ni Luh Puspa saat menjadi pembicara kunci di Bali Ocean Days 2026.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here