WITF 2026 Perkuat Promosi Pariwisata Indonesia untuk Menjangkau Pasar Wisatawan Global

0

WITF 2026 akan mempertemukan puluhan exhibitor dari berbagai subsektor industri pariwisata Indonesia. Para peserta mencakup tour operator, travel agent, hotel, transportation company, airlines, kereta penumpang, desa wisata, liveaboard, theme park, restoran, wellness, serta berbagai produk dan layanan wisata penunjang lainnya.

Keragaman peserta tersebut mencerminkan ekosistem pariwisata Indonesia yang semakin luas, sekaligus memberikan kesempatan bagi buyer untuk menemukan dan mengembangkan berbagai pilihan produk wisata dalam satu platform.

Baca juga: The Prajan Hotel Villas Hadirkan Pengalaman Menginap Personal di Yogyakarta

Pada sisi permintaan (demand), WITF 2026 mengundang lebih dari 100 international buyers dari 34 negara, yang akan dipertemukan dengan para exhibitor Indonesia melalui rangkaian business matching.

Selanjutnya, Kementerian Pariwisata juga turut mendukung dengan mendatangkan puluhan buyers potensial dari berbagai negara fokus pasar, melalui kolaborasi program Familirization Trip (Fam Trip) ke berbagai destinasi di Indonesia dan diakhiri dengan mengikuti business matching di WITF 2026. Selain pasar internasional, WITF juga memperluas cakupan business matching dengan menghadirkan lebih dari 200 buyer dari perusahaan nasional.

Dengan mempertemukan international buyers dan domestic corporate buyers secara bersamaan, WITF diharapkan dapat menciptakan peluang bisnis yang lebih luas, baik untuk mendatangkan wisatawan mancanegara maupun menggerakkan perjalanan wisata di dalam negeri.

Baca juga: Leafy Salad Aston Kemayoran Hadirkan 10 Pilihan Menu Mulai Rp75000

Ketidakpastian geopolitik yang terjadi di berbagai kawasan dunia sepanjang tahun 2026 menjadi salah satu tantangan bagi industri pariwisata global. Perubahan pola perjalanan, kondisi ekonomi, konektivitas, serta persepsi terhadap keamanan destinasi dapat memengaruhi keputusan wisatawan dan buyer.

Namun demikian, kondisi tersebut justru mempertegas pentingnya industri pariwisata Indonesia untuk tetap hadir, berkomunikasi, dan menjual produknya kepada pasar.

Baca juga: Penutupan Bromo Tidak Menyurutkan Minat Wisatawan untuk Berlibur ke Jawa Timur

WITF 2026 menjadi salah satu ruang bagi pelaku industri, untuk melakukan promosi destinasi, sekaligus membangun hubungan bisnis yang konkret dengan potential buyers dari pasar mancanegara maupun domestik.

“Dalam kondisi global yang penuh tantangan, industri tidak boleh berhenti bergerak. Kita perlu terus membuka pasar, membangun hubungan dengan buyer, memahami perubahan kebutuhan wisatawan, dan memastikan produk pariwisata Indonesia tetap relevan serta kompetitif. WITF kami hadirkan sebagai salah satu platform untuk menjaga momentum tersebut,” ujar Budi Tirtawisata, Ketua Steering Committee WITF 2026.

Menurutnya, membangun sebuah tourism tradeshow berskala internasional membutuhkan konsistensi dan kolaborasi antara pemerintah, asosiasi, pelaku industri, destinasi, serta berbagai pemangku kepentingan pariwisata.

Baca juga: Menpar Dorong Industri Pariwisata Indonesia Terapkan ESG Berkelanjutan

“Visi kami agar Indonesia memiliki B2B Tourism Tradeshow yang mampu menjadi titik temu antara supply pariwisata Indonesia dan global demand. WITF 2026 merupakan bagian dari perjalanan menuju visi tersebut,” tambah Budi.

Mengusung tema “Beyond Borders: Shaping the Future of Indonesian Tourism”, WITF 2026 membawa semangat untuk memperluas koneksi pasar sekaligus menciptakan dampak yang lebih luas bagi ekosistem pariwisata Indonesia.

Baca juga: Menteri Ekraf Terima Amsal Sitepu Dorong Perlindungan bagi Pegiat Kreatif

Dengan dukungan pemerintah, keterlibatan industri pariwisata Indonesia, dan partisipasi buyer dari pasar internasional maupun domestik, WITF 2026 diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat posisi Indonesia dalam peta pariwisata global sekaligus mendorong semakin banyak perjalanan wisata di dalam negeri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here