AI Mengubah Cara Wisatawan Memilih Destinasi Pariwisata Indonesia

0
Pariwisata Indonesia

Medha.id. Saat wisatawan mencari destinasi di internet, pilihan yang muncul di layar mereka kini semakin dipengaruhi oleh algoritma. Mulai dari rekomendasi di media sosial hingga hasil pencarian, teknologi perlahan mengubah cara orang menemukan, mempertimbangkan, hingga memilih tempat untuk berwisata.

Di tengah perubahan tersebut, industri pariwisata tidak lagi hanya berbicara soal promosi atau keindahan destinasi. Yang semakin penting adalah bagaimana membangun cerita, kedekatan, dan kepercayaan di ruang digital.

Baca juga: Promo Menginap Aston Kemayoran Lengkap dengan Antar Jemput ke JIEXPO

Untuk merespon perubahan perilaku wisatawan global,  Kementerian Pariwisata RI mulai mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) ke dalam ekosistem digital melalui peluncuran Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia (MaiA), sebuah kecerdasan buatan yang dirancang untuk meningkatkan kualitas pelayanan pariwisata nasional melalui teknologi yang adaptif, cerdas, dan berorientasi pada kebutuhan wisatawan.

Platform ini dapat diakses melalui indonesia.travel dan menjadi wajah baru transformasi digital pariwisata Indonesia. MaiA juga disesuaikan dengan salah satu program utama Kementerian Pariwisata yakni Tourism 5.0 yang menekankan pentingnya adopsi digitalisasi untuk menyasar target pasar dengan lebih efektif.

Deputi Pemasaran Kementerian Pariwisata RI, Ni Made Ayu Marthini, dalam diskusi dengan Forum Ngobrolin Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Ngoprek) yang digagas oleh Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreeatif (Forwaparekraf), Jum’at, (5/6/2026), di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Kementerian Pariwisata, di Jakarta, menyebut pemanfaatan kecerdasan buatan sebagai keniscayaan dalam industri. “Ini bukan sekadar ikut-ikutan tren. Ini fondasi dalam membangun pengalaman wisata yang lebih personal, efisien, dan berbasis data,” ujarnya.

Baca juga: Town Hall 2026 InJourney Hospitality Jadi Momentum Penguatan Sinergi Nasional

MaiA dirancang untuk membantu wisatawan di setiap tahap perjalanan, mulai dari fase membayangkan (dreaming), merencanakan (planning), memesan (booking), merasakan pengalaman berwisata (experiencing) hingga berbagi pengalaman (sharing).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here