AI Mengubah Cara Wisatawan Memilih Destinasi Pariwisata Indonesia

0

Apni menyebut, ketika informasi tersedia dalam jumlah nyaris tak terbatas, publik tidak hanya mencari rekomendasi, tetapi juga sumber yang dapat dipercaya. Di sinilah manusia kembali menjadi faktor penentu. Kecerdasan buatan mampu mengumpulkan data, memproses informasi, dan menghasilkan rekomendasi dengan kecepatan yang mustahil dilakukan manusia.

“Yang lebih penting adalah memastikan bahwa teknologi digunakan untuk memperkuat kepercayaan publik, bukan menggantikannya,” tegas Apni.

Baca juga: Menteri Ekraf Terima Amsal Sitepu Dorong Perlindungan bagi Pegiat Kreatif

Narasi, Bukan Sekadar Teknologi

Di tengah dominasi algoritma, Brand Strategist & Founder Konner Advisory Silih Agung Wasesa  menilai bahwa teknologi tidak akan pernah cukup tanpa narasi yang kuat.

Ia mencontohkan keberhasilan Malaysia dalam wisata kesehatan yang berhasil menarik wisatawan Indonesia bukan karena promosi besar-besaran, melainkan karena mereka memahami kecemasan mendasar pasien: ketidakjelasan biaya dan pengalaman layanan.

Baca juga: Sky26Coffee Hadirkan Promo Pay Day Sale Diskon 50 Persen untuk Beverages dan Snacks

“Kalau narasinya tidak dibangun, AI tidak akan ke mana-mana. Untuk itu kekuatan narasi, terutama experience storytelling sangat diperlukan untuk mengangkat citra destinasi di era AI,” ujarnya.

Dalam ekosistem marketing pemasaran digital, kekuatan narasi tersebut tidak lagi digaungkan melalui google ads ataupun mega influencers. “Justru sekarang yang paling efektif sekarang itu suara Pejuang Keadilan Sosial (SJW) dan nano influencers. Kenapa? Karena mereka dianggap relevan dengan kehidupan keseharian netizen,” kata Silih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here