AI Mengubah Cara Wisatawan Memilih Destinasi Pariwisata Indonesia

0

Dari sisi industri, teknologi AI juga mulai mengubah cara operasional hotel bekerja.

COO ARTOTEL Group, Eduard Rudolf Pangkerego, menyebut industri kini tidak lagi hanya bersaing di ranah layanan, tetapi juga di ranah data dan algoritma.

Baca juga: AI Hadirkan Model Prediksi Risiko untuk Kurangi Amputasi Kaki pada Diabetes

Kecerdasan buatan memungkinkan hotel membaca perilaku tamu, memprediksi kebutuhan, hingga mengarahkan strategi pemasaran secara presisi. Namun ia menegaskan bahwa hospitality tetap membutuhkan sentuhan manusia.

“Yang membedakan industri hospitality dan pariwisata dengan industry lainnya adalah rasa, pengalaman, dan sentuhan manusia. Jadi meskipun kita bisa mengoptimasasi teknologi, tetap yang menentukan pengalaman dan rasa manusia,”

Karena itu, lanjut Eduard, masa depan pariwisata Indonesia tidak hanya bergantung pada seberapa canggih teknologi yang digunakan, tetapi pada seberapa kuat manusia mampu mengendalikan narasi di tengah dominasi mesin.

Baca juga: Koperasi Desa Dinilai Mampu Dorong Pertumbuhan Desa Wisata dan UMKM

Tanpa itu, teknologi kecerdasan buatan hanya akan menciptakan impresi tanpa pengalaman. “Jangan lupa, manusia makhluk sosial dan untuk merebut perhatian mereka dibutuhkan kepercayaan yang dibanngun berdasarkan pengalaman dan rasa. AI mempercepat distribusi informasi, algoritma menentukan apa yang terlihat, dan data membentuk pengalaman wisata. Namun pada akhirnya, semua itu hanya alat. Peran manusia di balik teknologi tersebut yang tidak dapat tergantikan dalam industry ini,” kata Eduard.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here