Menparekraf Sampaikan Tiga Hal Terkait Branding di Depan Para Pelaku UMKM

0
901
Menparekraf

Medha.id. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mendorong pelaku ekononi kreatif di Surakarta, Jawa Tengah, untuk dapat menggarap produk sesuai dengan kebutuhan konsumen sehingga diharapkan jenis produknya semakin beragam dan lebih inovatif serta semakin mudah terserap pasar.

Menparekraf Sandiaga saat menjadi narasumber “Pelatihan Marketing dan Branding Pelaku Industri Parekraf Solo, di Hetero Space Solo, Jawa Tengah, Jumat (15/9/2023) melihat sudah saatnya pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif memperluas jenis usahanya. Yang sebelumnya banyak di bidang kuliner, kriya, dan fesyen.

Baca juga:

Paramount Petals Hadirkan Konsep Hunian Idaman Dengan Lokasi Strategis

Hal ini karena, permintaan terhadap produk body care menempati posisi kedua sebagai produk yang sangat dibutuhkan masyarakat, setelah kuliner. Kemudian menyusul produk kesehatan utamanya yang khas dan trasidisional seperti jamu.

“Jadi menurut saya UMKM kita sudah harus mulai melebar. Dari tadinya keripik, kerupuk, maupun produk kuliner yang memang sudah biasa dan harus kita tingkatkan. Tapi juga kita harus masukkan produk-produk yang kita pakai setiap hari. Karena kita harus menjadi pemain,” kata Menparekraf Sandiaga.

Jika sudah mampu membidik produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, Menparekraf Sandiaga juga mendorong agar pelaku parekraf mengoptimalkan platform digital yang saat ini berkembang sebagai sarana promosi serta memperluas jangkauan pasar.

Baca juga:

Poltekpar Solo Raya Siap Ciptakan SDM Kepariwisataan Berdaya Saing

“Kita melihat bagaimana ternyata promosi melalui digital bisa meningkatkan penjualan sampai 35 persen dan bisa membuka peluang usaha sehingga mampu menciptakan 4,4 juta lapangan kerja baru di tahun 2024,” ujarnya.

Dalam sehari masyarakat tercatat menghabiskan waktunya bermain media sosial hampir mencapai antara 8-9 jam/hari. Dan di sela-sela kegiatan tersebut, sebesar 35-40 persen digunakan untuk membuka e-commerce. Angka ini menjadikan Indonesia sebagai pengguna e-commerce tertinggi setelah Thailand sebesar 44 persen.

Baca juga:

Hotel Dafam Fortuna Seturan Yogyakarta Perkuat Image Sebagai Hotel Keluarga Ramah Anak

“Digital marketing bisa menjadi solusi kalau kita bisa melakukan branding dengan baik pula,” ujarnya.

Dalam membangun brand yang kuat melalui platform digital, Menparekraf Sandiaga menekankan tiga hal. Yakni autentik, relevan dengan situasi terkini, serta talkable atau menjadi buah bibir.

“Jadi itu panduan kita untuk membangun brand. Maju terus untuk kita semua. Itu ilmu yang mudahn-mudahan bisa membawa usaha kita menjadi usaha yang maju,” ujarnya.

Baca juga:

Artotel Suites Mangkuluhur Jakarta Hadirkan Silence Of The Renaissance

Turut mendampingi Staf Khusus Menparekraf Bidang Pengamanan Destinasi Wisata dan Isu-isu Strategis Kemenparekraf/Baparekraf, Brigjen TNI Ario Prawiseso; dan Direktur Utama Badan Otorita Borobudur, Agustin Peranginangin.

Hadir pula Ketum IPDA (Ikatan Pemuda Desa Indonesia), Arifin Kusuma Wardani; Direksi Hetero Space, Khaleed Hadi Pranowo; serta paguyuban UMKM Solo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here